Aku masih ingat, ketika itu aku sedang berlari-lari kecil melewati lapangan basket sekolahku. Well, memang aku sih yang salah. Seharusnya aku tidak berlari dilapangan pada saat ekskul basket sedang berlangsung. Tapi pada saat itu sedang keadaan gawat. Aku harus segera ke kantin untuk mengisi perut. Yah namanya juga orang yang punya penyakit maag. Nggak boleh telat sedikit makannya.
Pada saat itulah pertemuanku yang pertama dengan Brian. Saat aku berlari, aku melihat dia sedang melempar bola ke arahku. Aku terpesona. Dia berteriak kepadaku tapi aku tidak mendengar teriakannya. Yang ada diotakku saat itu adalah Brian. Semua tentang Brian. Sampai tiba-tiba kepalaku terasa sakit dan lalu aku tak sadarkan diri.
***
Aku terbangun di dalam ruangan yang serba putih. Well, aku sempet panik sih. aku kira aku disurga. Serem kan? Hm tapi aku kembali waras setelah perawat membantuku untuk duduk dan minum secangkir teh manis hangat. Aku kembali segar walaupun masih terasa sedikit pusing. Aku hendak beranjak turun dari kasur saat tiba-tiba aku melihat seorang cowok duduk dipojok kamar sambil tertidur. Aku tidak melihat wajahnya karena tertutup dengan rambutnya yang lumayan panjang. Aku sangat penasaran sampai akhirnya aku putuskan untuk memperhatikan orang itu dari dekat. Namun tiba-tiba saja orang itu terbangun dan aku kaget. Dia bingung dan mengerjap-ngerjapkan matanya.
Aku terpaku melihat kesempurnaan dari wajahnya. Tampan sekali kataku dalam hati. Tiba-tiba cowok itu bersuara, menanyakan keadaanku. Aku menjawab dengan terbata-bata. Lalu dia tersenyum, dan wajahnya mendekat ke wajahku. Tiba-tiba dia berdiri dengan mengelus kepalaku. Lalu mengatakan kepadaku permohonan maafnya. Aku sampai bengong melihat tingkahnya. Saking saltingnya diperlakukan seperti itu oleh Brian.
Semua cewek disekolah berharap sekali bisa seperti ini. Diperlakukan sangat manis, oleh Brian lagi. Aku yang awalnya berfikir biasa saja tentang dia, tiba-tiba mendapatkan ini. Benar-benar mengagetkan. Kalau teman-temanku tahu, mereka pasti marah sekali sekaligus iri. Haha. Benar-benar aku ini sedang mujur.
Namun, tak lama aku terbangun dari mimpi indah. Karena mendapati Brian sudah pergi. Mimpi indahku hilang sudah. Aku hanya dapat merasakan indahnya hidup ini dalam beberapa detik saja. Oh Tuhan!
0 komentar:
Post a Comment