Tuesday, 21 December 2010

Part 1

Aku mengingat kembali semua dari awal. Saat dimana aku baru memasuki masa-masa SMA. Saat aku masih kikuk dengan keadaan sekitar. Teman baru, kakak kelas yang tampan-tampan, dan sekolah yang baru. Masih butuh latihan untuk terbiasa dengan kenyataan ini. Okay, nanti juga akan terbiasa fikirku saat itu.

Aku Georgia Silvy. Berumur 15 tahun yang sangat pemalu. Berada disekolah yang bagiku biasa saja, tapi semua temanku mendambakan ingin masuk kesini. Tahu kenapa? Alasannya hanya ada satu. Cowok-cowok disini tampan. Okay, aku memang setuju dengan pendapat mereka, tapi kalau hal "itu" dijadikan alasan untuk masuk ke sekolah. Oh Gosshhh! Please, seharusnya kan mereka bisa berfikir lebih baik lagi. Aku bergidik mengingat kata-kata mereka. Seperti "Oh tuhan aku rela kau mengambil semua milikku asal aku bisa berkenalan dengan Prince B!". Oh please mereka bahkan memberikan panggilan buat murid cowok disekolahku.

Well, setelah aku mengenal lebih jauh tentang sekolah ini, ternyata yang dimaksud si Prince B adalah kakak kelasku yang bernama Brian. Nama panjangnya sih Geraldi Brian. Memang tampan sih, harus kuakui. Hmm, dia juga kapten basket disekolahku. Memang sih, posture tubuhnya sangat mendukung dalam bermain basket. Dia bertubuh atletis, tidak gemuk dan tidak kurus, kekar dan kokoh, tingginya juga 1,84 meter. Oh yah dia juga sangaaaaaat tampan. Okay agak berlebihan tapi memang benar. Matanya cerah dengan warna coklat terang jernih. Hidungnya mancung. Rambutnya coklat tua dan tebal, namun tetap halus dan berkilau. Kulitnya juga mulus dan putih. Putih seputih gading.

Okay aku harus menghentikan ocehanku yang tidak-tidak. Aku tidak mau ikut-ikutan menjadi seperti teman-temanku yang keranjingan cowok tampan dan mengejar-ngejarnya. Aku berjanji tidak akan mengejar siapapun disekolah ini. Aku kan kesini untuk belajar bukan untuk mencari pacar, kataku meyakinkan diri sendiri.

Well, namun setelah 2 bulan bersekolah disini semua berubah. "Semua". Dan perubahan ini terjadi diawali dengan peristiwa yang tidak akan pernah aku lupakan....
Share:

0 komentar:

Post a Comment